Cari Blog Ini

KIMIA KELAS 10 STOIKIOMETRI

 Mol adalah 

satuan dasar dalam Sistem Internasional (SI) untuk mengukur jumlah zat. 
Satu mol =  jumlah zat yang mengandung 6,022 × 10²³ partikel (atom, molekul, ion, atau elektron). Bilangan ini disebut Bilangan Avogadro (NA).

2. Hubungan Mol dengan Massa

  • Massa molar (M) adalah massa satu mol zat, dinyatakan dalam gram/mol.

  • Massa molar sama dengan massa atom relatif (Ar) atau massa molekul relatif (Mr) dalam gram.
    Contoh:

    • Ar Na = 23 → Massa molar Na = 23 g/mol.

    • Mr H₂O = 18 → Massa molar H₂O = 18 g/mol.


3. Rumus Penting

  • Jumlah mol (n) = massa (g)massa molar (g/mol)

  • Jumlah partikel = n × Bilangan Avogadro (6,022 × 10²³)

  • Volume gas pada STP (Standar Temperature and Pressure: 0°C, 1 atm)

    • 1 mol gas = 22,4 liter.


4. Contoh Soal


Hitung jumlah mol dalam 11 gram CO₂ (Ar C = 12, O = 16)!

  • Mr CO₂ = 12 + (2 × 16) = 44 g/mol.

  • n=11 g44 g/mol=0,25 mol.


5. Kegunaan Mol

  • Menghitung reaksi kimia secara stoikiometri.

  • Mengkonversi antara massa, jumlah partikel, dan volume gas.



RUMUS EMPIRIS DAN RUMUS MOLEKUL 

Rumus Empiris adalah 

Rumus yang menyatakan perbandingan terkecil atom-atom dari unsur penyusun senyawa 


Rumus molekul adalah 
rumus yang menunnjukkan jumlah atom unsur yang menyusun suatu senyawa. 
  • Hubungan dengan Rumus Empiris:

    Rumus Molekul=(Rumus Empiris)n

    Dimana n = kelipatan (bilangan bulat).

  • Menentukan n:

    n=Massa Molekul Relatif (Mr) SenyawaMassa Rumus Empiris
  • Contoh:
    Jika rumus empiris CH₂O dan Mr = 180 g/mol:

    n=18030=6Rumus Molekul=C6H12O6

Perbedaan Utama

AspekRumus EmpirisRumus Molekul
KeteranganPerbandingan paling sederhanaJumlah atom sebenarnya
ContohCH₂OC₆H₁₂O₆ (glukosa)


PERSAMAAN KIMIA 
persamaan yang menunjukkan peristiwa perubahan zat yang terjadi selama reaksi. 

wujud zat yang terlibat  👉 s= padat l= cair, g=gas aq= larutan 

persamaan kimia  setara jika  
jumlah zat pereaksi = jumlah zat produk 

Tips Penting dalam menyetarakan raaksi 

  • Jangan ubah indeks (angka bawah rumus kimia), hanya koefisien (angka depan).

  • Mulai dari unsur non-H dan non-O jika ada H₂O atau CO₂ dalam reaksi.

  • Jika stuck, coba metode aljabar atau setengah reaksi untuk reaksi kompleks.